Muhammad Nur Hadi

Sejarah Dan Perkembangan Demokrasi Di Turki

Turki pada awalnya adalah negara berbentuk kekhalifahan. Turki berubah menjadi negara demokrasi melalui perjuangan yang berdarah-darah, terutama pada masa perjuangan Mustofa Kemal At-Tataruk. Mustofa merupakan tokoh yang paling kontroversial dan paling berpengaruh di Turki. Ia termasuk ulama profesional, karena selain berbicara pada tataran wacana, dia juga bergerak pada lapangan praktis pengembangan ide-ide sekulerisasinya dalam berbagai kebijakan politiknya. Dialah yang mengubah bentuk negara Turki, dari khilafah menjadi republik modern dan menyelamatkan kerajaan Turki Usmani dari kekalahan menghadapi bangsa-bangsa Eropa.
Mustofa dilahirkan pada tahun 1881 di kota Salonika (Yunani). Orang tuanya termasuk keluarga yang religius dan menginginkan agar Mustofa menjadi orang yang religius pula. Ibunya bernama Zubeyde, seorang wanita yang perasaan keagamaannya sangat dalam. Ayahnya bernama Ali Riza, yang bekerja sebagai pegawai rendahan di salah satu kantor pemerintah di kota itu. Kemudian ayahnya pindah ke daerah lereng gunung Olimpus, dia berhenti kerja di pemerintahan dan membuka lapangan perdagangan kayu. Di tempat yang baru tersebut, Ali Riza mendapat banyak gangguan dari para perampok. Akhirnya dalam keadaan susah, Ali Riza ditimpa penyakit hingga akhirnya meninggal dunia.
Pada masa muda, Mustofa disekolahkan ke Madrasah oleh ibunya. Tapi, karena tidak senang belajar di madrasah dan sering melawan guru, kemudian ia dipindah oleh ibunya ke sekolah dasar modern di Solanika. Karena tertarik dengan kemiliteran, ia masuk sekolah menengah militer atas usahanya sendiri. Dia melanjutkan pendidikan militernya di Manstir dan sekolah tinggi militer di Istanbul. Ia menyelesaikan pendidikan militer dengan pangkat Kapten.
Karena kecerdasannya, mustofa mendapat gelar kemal (yang sempurna), sehingga namanya menjadi Mustofa Kemal. Hal ini karena kemampuannya yang luar biasa dalam bidang matematika di sekolah tinggi militer tersebut. Semasa menjalani karier militernya, Mustofa Kemal menaruh perhatian pada dunia politik. Atas saran temannya yang bernama Ali Fethi, ia mempelajari Bahasa Perancis. Itulah sebabnya, ia dapat membaca dengan baik karangan-karangan Auguste Comte, Montesquie,Voltaire, dan lain-lain.
Pada saat itu, Mustofa Kemal menghadapi kenyataan bahwa penguasa Turki yang bernama Sultan Abdul Hamid seorang yang despotik dan absolut serta anti pembaharuan. Sultan mengekang kebebasan berpendapat. Karena itu, bersama teman-temannya, Mustofa kemal membentuk gerakan bawah tanah dan menerbitkan surat kabar rahasia yang ditulis tangan. Gerakan ini aktif melakukan kritik terhadap pemerintah. Akibatnya, Mustofa Kemal dijebloskan ke penjara, dan kemudian diasingkan ke Suriah.
Meskipun berada di pengasingan, Mustofa kemal masih tetap semangat membangun kekuatan dengan membentuk perkumpulan Vatan (tanah air). Ia berharap, perkumpulan ini mampu menjadi pelopor Revolusi Turki. Dia terus menghembangkan perkumpulan ini ke sejumlah kota di Timur Tengah seperti Jaffa, Bairut, Yerussalem dan juga kota kelahirannya, Salonika. Setelah berkembang pesat, perkumpulan ini kemudian diberi nama Vatan ve Hurriyat Cemiyeti (perkumpulan tanah air dan kemerdekaan).
Selama aktif di militer, Mustofa Kemal memperlihatkan dirinya sebagai sosok komandan perang yang tangguh. Ia dengan tentara Turki berhasil memenangkan beberapa pertempuran, diantaranya melawan Itali (1911-1912), Perang Darnadella (1915), Perang Kaukasus (1916), dan Perang Palestina (1917).
Kemal meninggal tanggal 10 November 1938 dengan membawa perubahan besar di Turki. Namun, perubahan yang dilakukannya juga menjadi kontroversi di dunia Islam. Ia dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas terjadinya sekulerisasi di dunia Islam. Meski demikian, atas jasanya membawa Turki menjadi bangsa yang modern, ia diberi gelas Ataturk (Bapak Bangsa Turki). Sehingga, sampai saat ini ia dikenal dengan nama Mustofa Kemal Ataturk.

Gerakan Sekulerisasi Mustofa Kemal

Menurut Mustofa Kemal, pemerintahan Turki saat itu bukan tipe pemerintahan yang ideal. Alasannya, Sultan berkuasa mutlak dan tidak dibatasi hukum. Tidak ada parlemen yang bertugas mengontrol kekuasaan sultan. Selain itu, dalam menjalin hubungan dengan negara Barat, Sultan dianggap lemah sehingga sedikit demi sedikit wilayah kekuasaan Turki Usmani jatuh ke tangan negara-negara Barat.
Melihat keadaan yang demikian, pertama kali yang dilakukan Mustofa Kemal adalah melakukan gerakan anti pemerintah melalui perkumpulan Vatan. Setelah berhasil, kemudian Kemal melakukan perlawanan terhadap negara Barat dan berhasil merebut kembali wilayah kekuasaanTurki dari sekutu. Kemalpun dikenal sebagai pahlawan dan mendapat dukungan dan simpati dari rakyat. Kemudian, Mustofa Kemal membentuk Majelis Nasional Agung (MNA) pada tahun 1920 dan ia diangkat sebagai Ketua Majelis. Inilah awal upaya Mustofa Kemal sebagai presiden. Seiring dengan waktu, posisinya semakin kuat. Hingga, akhirnya dunia mengakui eksistensinya sebagai penguasa Turki.

Sidang pertama yang dilakukan MNA memutuskan hal-hal sebagai berikut;
1. Kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat Turki
2. MNA merupakan kekuasaan tertinggi
3. MNA berfungsi sebagai lembaga legislatif dan eksekutif sekaligus.
4. Tugas pemerintah dilakukan oleh Majelis Negara yang anggotanya dipilih dari MNA
5. Ketua MNA merangkap jabatan sebagai ketua Majelis Negara.

Menurut Mustofa Kemal, Turki tidak akan maju karena adanya hubungan yang erat antara Islam dan pemerintahan. Turut campurnya Islam dalam berbagai urusan negara telah membawa kemunduran Islam. Kemal membandingkan dengan Barat. Bahwa Barat berani meninggalkan agama dari negara dan melakukan sekulerisasi, sehingga Barat mampu melahirkan peradaban yang tinggi.

Langkah yang pernah ditempuh Mustofa Kemal dalam sekulerisasi diantaranya:
1. Menghapus jabatan sultan sebagai pemegang kekuasaan politik pada 1992 dan mendapat persetujuan MNA.
2. Tahun 1923 atas persetujuan MNA, Turki berubah menjadi negara republik.
3. Pada 3 maret 1924 status khalifah dihapus, karena menimbulkan kerancuan dalam kekuasaan. Kemudian Khalifah Abdul Madjid bersama keluarganya diperintahkan untuk meninggalkan Turki. Dinasti terakhir Turki Usmani inipun pergi ke swiss. Inilah akhir dari kekuasaan Turki Usmani yang pernah berjaya sejak 1300 M.
4. MNA menghapus Kementerian Syari’ah dan Awqaf dan menyatukan sistem pendidikan di bawah kementerian pendidikan.
5. Mustofa Kemal menghapus jabatan Syekh Al Islam, dulu sebagai pembantu utama khalifah.
6. Tahun 1925 Mustofa Kemal menutup gerakan tarekat. Tahun 1926, ia mengganti Hukum Islam menjadi Hukum Sipil Swiss
7. Mengganti kalender Hijriyah dengan kalender Masehi
8. Tahun 1928 menghapus Islam sebagai agama negara, dan menerapkan sumpah sekuler untuk anggota MNA
9. Tahun 1928 menghapus tugas parlemen dalam menerapkan hukum islam
10. Menggantikan aksara arab menjadi aksara latin
11. Kemal melarang pemakaian atribut tarbus (topi tradisional turki) dan menggantikan dengan topi ala Barat.
12. Ia melarang memakai atribut keagamaan dan memerintahkan rakyat Turki memakai pakaian ala Barat
13. Musik harus diganti dari aliran ketimuran menjadi musik Barat, dan Radio Turki harus menyiarkan lagu-lagu Barat.
14. Tahun 1931 ia memerintahkan menggantikan azan dari Bahasa Arab ke Bahasa Turki sebagai wujud nasionalisme,
15. Kemal memerintahkan menerjemahkan Al Quran ke Bahasa Turki. Dan khotbah Jum’at pun harus menggunakan Bahasa Turki

Demikian langkah-langkah kemal dalam melakukan sekulerisasi dalam berbagai aspek kehidupan bernegara di turki. Ia ingin melepaskan negara dari ikatan-ikatan agama. Gerakan sekulerisasi ini dikawal oleh angkatan bersenjata Turki. Sehingga, jika ada kelompok yang membangkang, maka mereka akan berhadapan dengan angkatan bersenjata Turki.
Menurut Harun Nasution, sekulerisasi yang dilakukan oleh Mustofa Kemal tidak sampai menghilangkan esensi agama. Menurutnya, Mustofa Kemal tidak berhasil membuat Turki lepas sama sekali dari ikatan agama. Karena, rakyat Turki masih memegang teguh agama Islam.
Bagaimanapun, sekulerisasi yang dilakukan Mustofa Kemal di Turki merupakan kenyataan sejarah Islam modern yang tidak dapat dilupakan, karena begitu radikalnya Mustofa Kemal dalam berusaha untuk menjauhkan Islam dari umatnya. Ternyata upaya memisahkan umat Islam dan ajaran-ajarannya merupakan eksperimen yang sangat berbahaya dan melahirkan gejolak di dunia Islam sendiri. Tentu saja hal ini akan menguntungkan kelompok yang tidak suka dengan Islam.

Muhammad Nur Hadi

Leave a Reply